Perusahaan

Insights dari Laporan Transparansi Twitter ke-17

Oleh
Selasa, 12 Januari 2021

Transparansi antara perusahaan, penyusun kebijakan, masyarakat sipil, dan masyarakat umum sangat penting bagi pekerjaan yang kami lakukan di Twitter — transparansi ini adalah unsur utama dari upaya kami untuk menjaga dan melindungi Open Internet. Sejalan dengan filosofi ini, pada bulan Agustus 2020 kami meluncurkan Pusat Transparansi Twitter untuk membuat data kami lebih mudah dipahami dan dianalisis bagi mereka yang mengakses Laporan Transparansi Twitter (yang kami terbitkan sebanyak dua dalam kali setahun).

Laporan Transparansi Twitter kami yang terbaru didasarkan pada data dari 1 Januari hingga 30 Juni 2020.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.

COVID-19
Pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi keberlangsungan bisnis kami di seluruh dunia. Mengingat terjadinya perubahan dalam alur kerja, ditambah dengan pembatasan COVID-19 di berbagai negara; ada beberapa disrupsi yang signifikan dan tidak terduga pada pekerjaan moderasi konten dan cara tim kami menilai konten serta menjalankan penegakkan terhadap pelanggaran kebijakan - disrupsi ini tercermin dalam beberapa data yang kami sajikan pada Laporan Transparansi Twitter kali ini. Kami meningkatkan penggunaan machine learning dan otomatisasi untuk mengambil berbagai tindakan pada konten yang berpotensi menyinggung dan menyesatkan, sambil terus memfokuskan human review pada area-area yang kemungkinan menimbulkan dampak paling besar.

Pada bulan Maret 2020, kami meluncurkan kebijakan terkait informasi menyesatkan seputar COVID-19 untuk lebih melindungi kesehatan percakapan publik. Selama periode pelaporan ini, tim kami melakukan tindakan penegakan terhadap 4.658 akun karena melanggar kebijakan ini. Sebagai hasil dari investasi lebih lanjut kami pada teknologi yang kami gunakan, sistem otomatis kami menindak 4,5 juta akun yang melakukan diskusi seputar COVID-19 dengan perilaku spam atau manipulatif.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.

Pekerjaan kami seputar operasi informasi
Twitter mengungkap upaya-upaya yang dilakukan oleh oknum yang didukung negara untuk mengganggu percakapan di layanan kami. Selama periode pelaporan ini, kami menindak lebih dari 52.000 akun yang kami yakini terkait dengan operasi informasi yang berasal dari Tiongkok, Rusia, Turki, Serbia, Honduras, Mesir, Indonesia, Ghana, dan Nigeria, serta akun-akun yang berafiliasi dengan Kerajaan Arab Saudi.

Manipulasi Platform
Kami terus melakukan pendekatan tanpa toleransi terhadap manipulasi platform dan upaya lainnya yang berniat merusak integritas percakapan pada layanan kami. Selama periode pelaporan terbaru ini, tim kami melihat adanya peningkatan 54% dalam penindakan anti-spam — sebagian dari peningkatan ini disebabkan oleh tindakan proaktif yang kami lakukan untuk melindungi percakapan seputar COVID-19. Kami juga melihat peningkatan 16% dalam jumlah laporan spam, dibandingkan dengan periode pelaporan sebelumnya.

Terorisme & kekerasan ekstrim
Terdapat peningkatan sebesar 5% dalam jumlah akun yang dihapus karena melanggar kebijakan terorisme dan kekerasan ekstrim selama periode pelaporan ini — 94% dari akun tersebut diidentifikasi secara proaktif. Metode yang kami gunakan untuk mengungkap konten-konten yang berpotensi melakukan pelanggaran (untuk kemudian dilakukan human review) termasuk memanfaatkan hash database industri yang didukung oleh Global Internet Forum to Counter Terrorism (GIFCT).

Eksploitasi seks anak di bawah umur
Kami tidak mentolerir eksploitasi seks anak di bawah umur (CSE) di Twitter. Materi CSE akan dihapus dari layanan kami tanpa pemberitahuan lebih lanjut dan dilaporkan ke The National Center for Missing & Exploited Children (NCMEC). Dengan perluasan tim kami dan peningkatan kapasitas operasional pada area ini, terdapat peningkatan sebesar 68% dalam penegakan terhadap Kebijakan Eksploitasi Seks Anak di Bawah Umur.

Hak cipta dan merek dagang
Sehubungan dengan Kebijakan Hak Cipta Twitter, pemberitahuan penghapusan Digital Millennium Copyright Act (DMCA) yang kami terima meningkat 15%; yang mempengaruhi 87% lebih banyak akun selama periode pelaporan ini. Di bawah Kebijakan Merek Dagang kami, kepatuhan pemberitahuan merek dagang kami menurun sebesar 30% selama periode pelaporan ini.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.

Penegakan Peraturan Twitter

  • Perilaku yang bersifat menghina
    Pelecehan yang ditargetkan terhadap seseorang, atau menghasut orang lain untuk melakukannya, bertentangan dengan Peraturan Twitter. Terdapat penurunan 34% dalam jumlah akun yang ditindak karena melanggar kebijakan ini.
  • Integritas kewarganegaraan
    Terdapat peningkatan stabil dalam jumlah akun yang ditindak di bawah Kebijakan Integritas Kewarganegaraan, karena pemilihan umum terjadi di berbagai belahan dunia selama periode pelaporan ini. Terdapat peningkatan sebesar 37% dalam jumlah akun yang ditindak karena melanggar kebijakan ini selama periode pelaporan ini.
  • Perilaku kebencian
    Selama enam bulan periode pelaporan dan di tengah disrupsi COVID-19 pada alur kerja Twitter, kami terdapat penurunan sebesar 35% dalam jumlah akun yang ditindak berdasarkan Kebijakan Perilaku Kebencian. Pada bulan Maret 2020, Kebijakan Perilaku Kebencian Twitter diperluas untuk mencakup aspek-aspek baru dari panduan dehumanisasi kami; secara khusus melarang penggunaan bahasa yang merendahkan martabat manusia berdasarkan usia, disabilitas, dan penyakit.
  • Mempromosikan bunuh diri & tindakan menyakiti diri sendiri
    Kami tidak mengizinkan orang untuk mempromosikan, menganjurkan, dan membujuk orang lain melakukan tindakan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. Terdapat penurunan sebesar 49% dalam jumlah akun yang ditindak karena melanggar kebijakan ini.
  • Informasi pribadi
    Kami memiliki aturan yang jelas seputar pembagian informasi pribadi di layanan kami. Selama periode pelaporan ini, terdapat tren peningkatan dalam penegakan peraturan kami berdasarkan kebijakan ini — meningkat sebesar 68%. Peningkatan ini terjadi karena upaya proaktif kami di area ini.
  • Ketelanjangan tanpa persetujuan
    Jumlah penegakan karena pelanggaran terhadap kebijakan non-consensual nudity (NCN) pada layanan kami menurun sebesar 58%. Kami akan terus bekerja untuk meningkatkan proses dan model kerja agar lebih proaktif dalam menjaga lingkungan yang sehat bagi semua orang di Twitter.
Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.

Permintaan penghapusan (permintaan resmi untuk penghapusan konten)*:

  • Twitter menerima 42.220 tuntutan hukum untuk menghapus konten dari 85.375 akun selama periode ini, dari 53 negara.
  • 96% dari total permintaan secara global berasal dari lima negara: Jepang, Rusia, Korea Selatan, Turki, dan India.
  • Permintaan ini mempengaruhi sekitar 13% lebih sedikit akun dibandingkan dengan periode pelaporan sebelumnya.
  • Laporan berdasarkan undang-undang setempat dari pelapor terpercaya dan organisasi non-pemerintah meningkat sebesar 19%; yang mempengaruhi sekitar 7% lebih banyak akun, dibandingkan dengan periode pelaporan sebelumnya.
Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.

Apa langkah selanjutnya?
Seperti yang tertera pada Laporan Transparansi Twitter, pandemi COVID-19 menjadi disrupsi terhadap usaha moderasi konten kami pada periode ini - dan hal tersebut tercermin dalam banyak data yang kami sajikan hari ini. Tim kami telah menyesuaikan pendekatan dalam konteks pandemi dan terus meningkatkan kapasitas mereka untuk kembali ke tingkat penegakan yang lebih baik, seperti yang dilakukan sebelum COVID.

Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terkait hal ini, dan kami akan terus memberikan update melalui Laporan Transparansi Twitter sebanyak dua kali dalam setahun - yang akan mencakup informasi lebih lanjut tentang operasional dan bagaimana kami bekerja untuk melindungi percakapan publik.

Kami juga menyadari pentingnya mengukur prevalensi konten tertentu di Twitter dan telah memulai inisiatif berkesinambungan untuk membantu kami memberikan transparansi yang lebih konsisten terkait beberapa isu ini. Kami akan memberikan lebih banyak informasi terkait hal ini di masa mendatang.

Ikuti @Policy dan @TwitterSafety untuk informasi terkini terkait kebijakan kami dan komitmen kami terhadap transparansi.

*Kecuali ada larangan, kami akan terus mempublikasikan permintaan resmi ini ke Lumen Database saat mengambil tindakan langsung. Lumen database merupakan kemitraan kami dengan Berkman Klein Center for Internet & Society di Harvard.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.