Acara

Tiga jenis konten yang banyak disukai pengguna Twitter di Indonesia

Oleh Dwi Adriansah
Senin, 7 Oktober 2019

Twitter mengapresiasi para pengguna yang secara aktif menciptakan konten dan persona yang tidak hanya unik tapi juga menginspirasi, bahkan berhasil menggerakan konsumen untuk peduli atas kampanye para brand dan mempersatukan berbagai komunitas. Apa yang dilakukan oleh individu, komunitas, dan brand di Twitter memiliki benang merah yaitu “LIFE”. Bukan saja dalam terjemahan harafiah yang berarti “kehidupan,” #LIFEonTwitter menggarisbawahi bagaimana pengguna Twitter di Indonesia mendengarkan konten yang otentik (Listen), menginspirasi sesama (Inspire), menemukan beragam ide baru (Find), dan mengikutsertakan pengguna lain dalam percakapan yang menarik (Engage). 

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.

Lalu apa saja jenis konten yang dicari dan digemari pengguna Twitter? Beberapa individu, komunitas, dan brand berbagi tips terkait hal tersebut di acara #LIFEonTwitter. Berikut ini adalah tiga jenis konten yang menurut mereka banyak mendapatkan reaksi / disukai pengguna Twitter di Indonesia.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.

1 - Konten humoris yang relevan dengan keseharian pengguna
Victor Kamang (@vctrkmg) dan Andi Hiyat (@andihiyat), yang kontennya seringkali viral di Twitter, mengedepankan humor yang relevan dengan pengguna. Tak jarang cuitan-cuitan mereka dihubungkan dengan isu / topik terkini yang sedang menjadi pembicaraan online dan offline.

Victor menggunakan Twitter untuk menyampaikan pendapatnya tentang beragam isu terkini. Cuitan-cuitannya juga diselingi dengan lawakan menggelitik, yang membuat kontennya banyak mendapatkan engagement dari warganet.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.

Sedangkan Andi Hiyat lebih sering mengedepankan cuitan-cuitan sendu terkait kisah percintaan. Konten yang ia cuitkan juga seringkali menjadi perbincangan karena dirasa relevan dengan kehidupan sehari-hari pengguna di Twitter.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.

2 - Konten edukatif dengan bahasa yang mudah dimengerti
Berbeda dengan brand, dr. Jiemi Ardian (@jiemiardian), Wikipedia Bahasa Indonesia (@idwiki), dan Historia (@historia_id) adalah akun di Twitter yang menyajikan konten edukatif. Ketika medium belajar tidak lagi terbatas oleh ruang kelas dan buku pelajaran, Historia (@historia_id) berhasil menghadirkan pelajaran sejarah di Twitter dan mengajak generasi digital untuk mengenali beragam momen dan tokoh penting dalam sejarah bangsa ini - selain juga menyajikan beragam fakta sejarah menarik dari mancanegara.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.

Sementara itu, dengan semboyan “Bebaskan Pengetahuan,” akun Wikipedia Bahasa Indonesia (@idwiki) menghadirkan berbagai konten ilmu pengetahuan umum, yang juga diselingi cuitan humoris bermuatan pelajaran. Dengan muatan konten ilmu pengetahuannya yang bersifat timeless, tidak heran cuitan dari akun ini menghasilkan engagement yang tinggi.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.

Dr. Jiemi Ardian (@jiemiardian) adalah salah satu pakar medis yang rajin berbagi tips terkait kesehatan mental dan pesan-pesan motivasi kehidupan. Cuitan dari psikiater muda ini digemari karena berhasil menyampaikan pesan-pesan penting terkait psikologi menggunakan bahasa yang luwes dan mudah dimengerti.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.

3 - Konten yang relevan dengan brand, tapi tidak hard-selling
Sekitar 87% pengguna Twitter mengikuti akun resmi dari brand. 59% pengguna Twitter vs 56% pengguna media sosial secara umum dapat mempengaruhi keputusan pembelian yang menunjukkan pola interaksi dua arah antara brand dan pengguna Twitter.

Bagaimana sebuah brand mengkomunikasikan produk dan layanan mereka di Twitter tanpa terjebak dalam hard-selling yang menjemukan? Tokopedia (@tokopedia), dan Traveloka (@traveloka) seringkali memanfaatkan beragam fitur di Twitter seperti Twitter Poll dan emoji yang dirangkai dalam gaya bahasa informal dan terkadang berbalut humor yang ‘receh.’

Tokopedia, misalnya, memanfaatkan fitur tagar dengan baik dan berhasil mempopulerkan kampanye mereka dengan fokus menggunakan tagar #MulaiAjaDulu dan #MauMulaiApaLagi yang memotivasi konsumen untuk berusaha mencari jalan mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.

Melalui akun Twitternya, Traveloka berhasil menggambarkan bahwa travelling tidak melulu mengenai tempat baru. Lebih pentingnya lagi, travelling merupakan apa yang didapatkan di tempat baru tersebut seperti berbagai ragam makanan dan aktivitas yang dapat mempererat hubungan antar teman dan saudara.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.

Dalam kesempatan yang sama, kami juga berbagi insight dan tips bagaimana brand sebaiknya menggunakan Twitter dalam merencanakan sebuah kampanye.

1 - Konten adalah kunci. Twitter adalah platform untuk menyampaikan pendapat atau gagasan secara real-time. Jumlah pengikut tidak menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah cuitan. Konten dengan nilai emosional, kreativitas tinggi dan alur cerita yang kuat menjadi salah satu faktor kunci untuk mendapatkan engagement yang tinggi.

2 - Pengguna Twitter terbuka terhadap ide baru. Karakter percakapan di Twitter pun menunjukkan pola interaksi dua arah antara brand dan pengguna. Gunakan kesempatan dalam setiap cuitan untuk memperkenalkan ide baru. Mengajak audiens berpartisipasi untuk melakukan engagement dengan cuitan tersebut adalah salah satu cara yang dapat membuat audiens Anda lebih merasa dihargai, yang dapat meningkatkan keinginan mereka untuk mengetahui lebih banyak tentang apa yang brand Anda tawarkan.

3 - Membawa perubahan. Twitter adalah platform di mana beragam ide dan opini dari berbagai orang terkumpul. Percakapan di Twitter seringkali melahirkan inisiatif suatu gerakan. Banyak hal yang terjadi di Twitter mampu menciptakan call to action bagi pengguna Twitter dan membawa perubahan di dunia nyata.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.

Jika brand Anda dapat memetakan karakteristik audiens serta menciptakan pola perbincangan yang relevan dengan apa yang sedang terjadi, akan mudah menjadikan kampanye brand Anda diperbincangkan banyak orang di Twitter. Dengan sifat Twitter yang real-time, penting bagi brand Anda untuk mendengarkan keberagaman percakapan di platform ini. Percakapan ini adalah percakapan otentik dari para pengguna dan dapat menjadi sumber informasi untuk mempelajari apa yang menjadi minat atau ketertarikan audiens.

Tweet ini tidak tersedia
Tweet ini tidak tersedia.
Tweet ini tidak tersedia.
@dwiadriansah

Dwi Adriansah

‎@dwiadriansah‎

Country Industry Head, Indonesia

Hanya di Twitter